Langsung ke konten utama

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Tips Mengatasi Kaki Pecah-Pecah

Judul artikel ini agaknya mirip blog tentang kecantikan ya. Hihi.
Padahal artikel ini terinspirasi dari pesan Whatsapp ibu yang pagi ini tiba-tiba Whatsapp :
Cantik, kakiku udah nggak pecah pecah lo. Mau tau caranya nggak?
Langsung dengan segera kujawab Mauu.
Nah, tips mengatasi kaki pecah pecah ini juga sudah dibuktikan oleh ibu saya sendiri. Karena waktu WA beliau juga mengirimkan gambar kaki yang bersih.

Kaki pecah-pecah ini memang menjadi permasalahan saya dan ibu apalagi di musim kemarau. Tiap tahun pasti ada saat di mana saya ngetik keyword : kaki pecah pecah apa obatnya lewat Google. Ada yang samaan?

Kondisi tumit kaki pecah dan kering sangat mengganggu terutama dari segi penampilan. Walaupun tersembunyi di bawah kaki, tapi saya merasa tidak nyaman dan mengakibatkan rasa percaya diri yang berkurang. 

Sebenarnya bukan karena musim kemarau yang menyebabkan kaki pecah-pecah, tapi ada beberapa faktor penyebab kaki pecah dan gatal seperti :

  1. Alas kaki tidak pas atau mendukung tumit
  2. Kekeringan kulit akibat sedikit keringat di telapak kaki
  3. Berjalan tanpa alas kaki
  4. Menggunakan sabun yang dapat mengupas kulit kaki dari minyak alami
  5. Tingkat metabolisme tubuh rendah (sumber : situs dokter sehat)

Caranya : Rendam kaki dengan air hangat yang dicampur dengan garam selama 5 menit. Setelah itu gosok tumit yang pecah pecah. Kemudian dilap menggunakan kain bersih hingga kering. Selanjutnya oleskan handbody lotion (kalau ibu menggunakan vaseline) secara merata.
Ibu melakukan cara ini rutin selama seminggu. Dan hasilnya lumayanlah seperti tampak pada gambar.
Oiya, tips ini bisa dilakukan sehari sekali tiap menjelang istirahat. Karena kalau sudah tidur, kaki lebih relaks dan tidak terkena kotoran (kecuali kalau mimpi sambil jalan-jalan).

Tips di atas merupakan salah satu dari sekian banyak tips mengatasi kaki pecah-pecah. Saya dulu pernah mencoba juga menggunakan buah mengkudu yang matang. Buah mengkudu digosokkan ke kaki lalu ditunggu beberapa saat. Setelah itu dibilas atau sekalian mandi.

Semoga tulisan kali ini bermanfaat ya :)
Selamat mencoba dan hari ini saya akan mulai mencoba.
Kaki ibu, hihi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengajak Balita ke Masjid

Mendidik anak taat beragama dengan harapan menjadikannya anak sholeh merupakan hal wajib yang dilakukan oleh para orangtua. Oleh karena itu setiap orangtua pasti memulai pendidikan agama , termasuk mengenalkan masjid kepada anaknya sejak usia dini. Berdasarkan pengalaman, Akhtar mulai diajak ke masjid pertama kali saat sholat tarawih. Waktu itu dia belum bisa duduk (sekitar usia 4-5 bulan), jadi ditaruh di dekat Bulel dengan dialasi alas yang hangat. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena banyak anak yang gemes dan "towel" pipi Akhtar. Akhtar yang tak nyaman pun langsung nangis. Cus, Bulel langsung pulang. Hihihi..  Di usia 2 tahun, kami memulai lagi untuk mengajak Akhtar ke masjid. Sampai di masjid dia sangat bahagia, lari-lari dan naik turun tangga. Ketika ada beberapa sesepuh yang menegur Akhtar, yang baper malah orangtuanya. Wkwkwk.. Akhirnya Akhtar tidak diajak ke masjid beberapa saat setelah kemudian menemukan tempat sholat (mushola) yang menurut...

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Perjalanan Akhtar Bisa Membaca

Kalau menulis tentang Akhtar rasanya flashback 7 tahun lalu. Namanya baru punya anak pertama, segala hal dipersiapkan dan distimulasi sebaik mungkin. Beda dengan anak kedua saya, hehe maaf ya dek. Kalau dengan yang kedua, rasanya mengalir saja. Stimulasinya mengikuti kegiatan kakaknya. Harapannya sih keduanya tumbuh dengan sehat dengan kebaikan yang maksimal.  Perjalanan Akhtar membaca dimulai saat di perut, sering sekali saya membacakan buku cerita anak. Kemudian dilanjutkan 1 bulan setelah dia lahir, bergantian dengan suami membacakan buku untuk Akhtar. Sampai saat ini di usia 7 tahun, Alhamdulillah Allah kasih kemampuan kognitif Akhtar dengan baik. Semoga selain kemampuan kognitifnya, kemampuan emosi, dan spiritualnya juga berkembang baik. Aamiin. Perjalanan Akhtar bisa membaca secara lengkap bisa didownload di sini ya. 😊