Langsung ke konten utama

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Menanamkan Pesan Kebaikan Melalui Cerita

Memberi nasehat kepada seorang balita itu memang susah susah gampang. Kita nggak bisa berekspektasi terlalu tinggi supaya anak menurut apa kata orangtua.

Bulel punya cara yang cukup jitu untuk memberi nasehat tanpa harus ngomel ngomel panjang lebar dan insyaAllah ngena di hati anak. Cara ini sudah terbukti karena diterapkan langsung ke Akhtar. Hehe.

Caranya yaitu berceritalah kepada anak. Boleh dengan membacakan buku ataupun membuat cerita sendiri. Bulel lebih sering membacakan buku, karena Bulel tidak cukup kreatif untuk membuat karangan. Lain halnya dengan pak Aul, pak Aul lebih suka mengarang cerita untuk Akhtar. 

Seperti cerita andalan pak Aul yaitu tentang dua angsa yang satu angsa putih, satunya angsa coklat. Angsa putih bulunya putih bersih karena ia berenang di sungai yang bebas sampah, sedangkan angsa coklat bulunya kotor karena ia berenang di sungai yang tercemar karena banyak orang buang sampah di sana. Di akhir cerita biasanya diselipkan nasehat supaya buang sampah di tempat sampah bukan di sungai/sembarang tempat.

Kalau dari buku, cerita yang bikin Akhtar ngena dalam kehidupan sehari-hari beberapa di antaranya adalah Aku Bisa Merapikan Mainan Sendiri (Halo Balita), Aku Bisa Makan Sendiri (Halo Balita), Cuci Tangan,Yuk!(seri Goyi Pipi), dan Pemilik Dua Kebun Anggur. Banyak juga buku lain yang cukup membekas di hati Akhtar.

Lalu, apakah sekali dua kali dibacakan langsung bisa "nancep" Bulel? Maybe Yes maybe No, Ferguso 😁😁 . Berdasar pengalaman (ceileh), kisah tersebut akan mengena jika diceritakan terus menerus. Membacakan cerita ke anak lebih singkat kok waktunya, daripada scrolling medsos. Hehe. Sebelum tidur bisa banget lho menyisihkan waktu untuk membacakan cerita.

Yuk mulai dari sekarang, daripada tidak sama sekali. Oke?!😉

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengajak Balita ke Masjid

Mendidik anak taat beragama dengan harapan menjadikannya anak sholeh merupakan hal wajib yang dilakukan oleh para orangtua. Oleh karena itu setiap orangtua pasti memulai pendidikan agama , termasuk mengenalkan masjid kepada anaknya sejak usia dini. Berdasarkan pengalaman, Akhtar mulai diajak ke masjid pertama kali saat sholat tarawih. Waktu itu dia belum bisa duduk (sekitar usia 4-5 bulan), jadi ditaruh di dekat Bulel dengan dialasi alas yang hangat. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena banyak anak yang gemes dan "towel" pipi Akhtar. Akhtar yang tak nyaman pun langsung nangis. Cus, Bulel langsung pulang. Hihihi..  Di usia 2 tahun, kami memulai lagi untuk mengajak Akhtar ke masjid. Sampai di masjid dia sangat bahagia, lari-lari dan naik turun tangga. Ketika ada beberapa sesepuh yang menegur Akhtar, yang baper malah orangtuanya. Wkwkwk.. Akhirnya Akhtar tidak diajak ke masjid beberapa saat setelah kemudian menemukan tempat sholat (mushola) yang menurut...

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Perjalanan Akhtar Bisa Membaca

Kalau menulis tentang Akhtar rasanya flashback 7 tahun lalu. Namanya baru punya anak pertama, segala hal dipersiapkan dan distimulasi sebaik mungkin. Beda dengan anak kedua saya, hehe maaf ya dek. Kalau dengan yang kedua, rasanya mengalir saja. Stimulasinya mengikuti kegiatan kakaknya. Harapannya sih keduanya tumbuh dengan sehat dengan kebaikan yang maksimal.  Perjalanan Akhtar membaca dimulai saat di perut, sering sekali saya membacakan buku cerita anak. Kemudian dilanjutkan 1 bulan setelah dia lahir, bergantian dengan suami membacakan buku untuk Akhtar. Sampai saat ini di usia 7 tahun, Alhamdulillah Allah kasih kemampuan kognitif Akhtar dengan baik. Semoga selain kemampuan kognitifnya, kemampuan emosi, dan spiritualnya juga berkembang baik. Aamiin. Perjalanan Akhtar bisa membaca secara lengkap bisa didownload di sini ya. 😊