"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...
Mulai Senin kemarin, Bulel mengikuti kelas online yang diadakan Rumah Inspirasi tentang Homeschooling. Bulel ikut paket kelas 1 tahun, karena pengen menambah wawasan mengenai homeschooling secara menyeluruh. Sebenarnya juga ada kelas per paket tiap bulannya, lebih jelasnya bisa dipelajari di web tersebut yak :)Oiya, saat ini Akhtar masih mengikuti sekolah formal di PAUD dekat rumah. Jadi homeschooling untuk Akhtar belum diterapkan dengan sungguh-sungguh. Hehe..
Kenapa sih Bulel ikut kelas Homeschooling?
Bulel ingin mendampingi pendidikan Akhtar secara mandiri, dari segi emosi, ketrampilan, agama, sosial, maupun kognitif. Memang sepertinya berat dan merepotkan. Bulel aja maju mundur, masih minder dengan kemampuan diri dan manajemen emosi. Karena bagaimanapun dengan mendampingi anak setiap saat pasti ada emosi yang naik dan turun. Solusinya selalu berdoa supaya dimudahkan dan diberi kesabaran setiap hari 😀
Alasan Bulel yang lain adalah ingin mengembangkan potensi Akhtar sesuai gaya belajarnya dan kegemaran yang dia pilih sendiri serta memberikan banyak pengalaman (yang tidak didapat oleh kedua orangtuanya). Harapannya Akhtar bisa membuat keputusan serta memiliki kepercayaan diri dalam melakukan sesuatu.
Tentunya proses homeschooling ini tidak serta merta dilakukan Bulel sendiri lho, harus ada kerjasama dengan pasangan. Alhamdulillah, Pak Aul sangat mendukung dengan keputusan ini. Entah nanti pada prakteknya akankah belajar di sekolah formal atau tidak, namun paling tidak kami memiliki dasar tentang homeschooling.
Komentar
Posting Komentar