Langsung ke konten utama

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Akhtar, Puasa, dan Mudik

Puasa tahun ini alhamdulillah anak sulung saya, Akhtar (6 tahun), bisa puasa full selama satu bulan ramadhan. 
Pengalaman ini sebenarnya juga sudah diawali dari tahun lalu. Cuma tahun lalu pernah bolong  3 hari.
Sama seperti orang dewasa umumnya, anak saya juga sering kalap mata kalau mendekati berbuka. Bedanya orang dewasa kalap mata dengan jajanan takjil, tapi kalau Akhtar kalap mata sama jajan-jajan di warung samping rumah.
Pada akhirnya, habis berbuka yang bisa termakan hanya sedikit. Gak semua masuk ke perut. 
Karena makan nasi dan jajan sedikit aja sudah cukup mengenyangkan.
Pada akhirnya, kepinginan beli jajan-jajan lainnya sekedar nafsu mata saja.

===

Begitupun saya, kalau lagi mudik ke Jogja juga punya keinginan ngunjungin tempat ini itu. Pingin nyobain kuliner terbaru. Pengin rekreasi kesana sini.
Pada akhirnya yang terlaksana cuma 1-2 aja. 
Karena emang kalau udah sampai rumah, ketemu keluarga ngobrol bareng udah cukup "mengenyangkan batin". 
Pada akhirnya planning lain hanyalah sekedar nafsu saja.

===

Begitu juga saat anda punya ide, punya gagasan, punya rencana, punya keinginan yang besar sekaligus banyak. Lalu anda membayangkan rasa puas (Baca: kenyang) setelah bisa melahap semua keinginan itu.
Seperti 
Pingin punya motor baru
Pingin punya mobil baru
Pingin renovasi rumah
Pingin punya momongan
Pingin punya bisnis baru
Pingin penghasilan lebih, lebih dan lebih
Dsb
Percayalah, setelah anda mencoba mewujudkannya, anda akan tersadar kalau yang lain mungkin hanyalah sekedar nafsu belaka.
Ciri kalau itu nafsu biasanya :
Keinginan itu akan tersingkir sendiri
Kalau terwujud, mungkin agak kurang berkesan di hati.

===

Demikian celoteh saya di hari penuh keberkahan ini, hari penuh kehangatan dengan keluarga, Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

Minal Aidzin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir & Batin
Selamat berkumpul dengen keluarga :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengajak Balita ke Masjid

Mendidik anak taat beragama dengan harapan menjadikannya anak sholeh merupakan hal wajib yang dilakukan oleh para orangtua. Oleh karena itu setiap orangtua pasti memulai pendidikan agama , termasuk mengenalkan masjid kepada anaknya sejak usia dini. Berdasarkan pengalaman, Akhtar mulai diajak ke masjid pertama kali saat sholat tarawih. Waktu itu dia belum bisa duduk (sekitar usia 4-5 bulan), jadi ditaruh di dekat Bulel dengan dialasi alas yang hangat. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena banyak anak yang gemes dan "towel" pipi Akhtar. Akhtar yang tak nyaman pun langsung nangis. Cus, Bulel langsung pulang. Hihihi..  Di usia 2 tahun, kami memulai lagi untuk mengajak Akhtar ke masjid. Sampai di masjid dia sangat bahagia, lari-lari dan naik turun tangga. Ketika ada beberapa sesepuh yang menegur Akhtar, yang baper malah orangtuanya. Wkwkwk.. Akhirnya Akhtar tidak diajak ke masjid beberapa saat setelah kemudian menemukan tempat sholat (mushola) yang menurut...

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Perjalanan Akhtar Bisa Membaca

Kalau menulis tentang Akhtar rasanya flashback 7 tahun lalu. Namanya baru punya anak pertama, segala hal dipersiapkan dan distimulasi sebaik mungkin. Beda dengan anak kedua saya, hehe maaf ya dek. Kalau dengan yang kedua, rasanya mengalir saja. Stimulasinya mengikuti kegiatan kakaknya. Harapannya sih keduanya tumbuh dengan sehat dengan kebaikan yang maksimal.  Perjalanan Akhtar membaca dimulai saat di perut, sering sekali saya membacakan buku cerita anak. Kemudian dilanjutkan 1 bulan setelah dia lahir, bergantian dengan suami membacakan buku untuk Akhtar. Sampai saat ini di usia 7 tahun, Alhamdulillah Allah kasih kemampuan kognitif Akhtar dengan baik. Semoga selain kemampuan kognitifnya, kemampuan emosi, dan spiritualnya juga berkembang baik. Aamiin. Perjalanan Akhtar bisa membaca secara lengkap bisa didownload di sini ya. 😊