Langsung ke konten utama

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Refleksi 1 Juz Pertama Akhtar

 Awal tahun 2023, Alhamdulillah Akhtar sudah lulus Qiroati jilid 6 dan Februari ini sudah menyelesaikan 1 juz pertama dalam Al-Qur'an. Rasanya bangga dan bahagia, dia sudah bisa melafalkan Al-Qur'an dengan cukup baik sesuai tajwid maupun panjang pendeknya. Walaupun masih ada kurangnya, tapi nggak apa-apa karena proses belajar masih terus berlanjut.

Perjalanan mengaji Akhtar sepertinya dimulai saat Akhtar usia 3 atau 4 tahun. Saat masih perkenalan huruf hijaiyah Bulel memakai Iqro' jilid 1. Selain itu pernah juga membuat permainan tebak huruf ataupun sambil menyanyikan lagu supaya Akhtar lebih ingat huruf-huruf hijaiyah. Jilid 1 pun tak mulus-mulus amat, pernah ada kejadian saat Akhtar enggan mengaji.

Memasuki Iqro' jilid 2 rasanya susah sekali mengajarkannya. Bulel pikir karena sudah mulai bersambung dan tulisannya yang terlalu banyak. Akhirnya Bulel sempet curhat ke salah satu grup WA, setelah itu ada salah satu peserta yang menyarankan Bulel menggunakan metode Al-Barqy dan Bulel mencoba memakainya. Menggunakan Al-Barqy waktu itu cukup mudah, tapi semakin ke halaman atas justru lebih banyak tulisannya sehingga Akhtar agak kesulitan. Kemudian beralihlah Akhtar dengan menggunakan buku Qiroati. 

Mengaji dengan buku Qiroati dilakukan sampai lulus jilid, kira-kira hampir 1,5 tahun. Karena Akhtar ngaji bareng Ustadzah, Bulel & pak Aul tinggal ngikuti halaman yang sudah dibaca. Tantangannya adalah ketika Bulel lagi males, Astaghfirullah.

Hari-hari ini Bulel & pak Aul sedang menikmati hari di saat Akhtar (dan Alka) sudah ngaji tanpa disuruh-suruh bahkan meminta sendiri, terutama setelah sholat Subuh & sholat Maghrib. Kalau sedang mengulur waktu, cukup diingatkan saja. MasyaAllah Tabarokallah.

1 Juz pertama, semoga menjadi juz-juz selanjutnya hingga khatam. Dan semoga selalu terbiasa membaca, menghafal, mempelajari, & mengamalkannya. Serta semoga selalu dekat dengan Al-Qur'an. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengajak Balita ke Masjid

Mendidik anak taat beragama dengan harapan menjadikannya anak sholeh merupakan hal wajib yang dilakukan oleh para orangtua. Oleh karena itu setiap orangtua pasti memulai pendidikan agama , termasuk mengenalkan masjid kepada anaknya sejak usia dini. Berdasarkan pengalaman, Akhtar mulai diajak ke masjid pertama kali saat sholat tarawih. Waktu itu dia belum bisa duduk (sekitar usia 4-5 bulan), jadi ditaruh di dekat Bulel dengan dialasi alas yang hangat. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena banyak anak yang gemes dan "towel" pipi Akhtar. Akhtar yang tak nyaman pun langsung nangis. Cus, Bulel langsung pulang. Hihihi..  Di usia 2 tahun, kami memulai lagi untuk mengajak Akhtar ke masjid. Sampai di masjid dia sangat bahagia, lari-lari dan naik turun tangga. Ketika ada beberapa sesepuh yang menegur Akhtar, yang baper malah orangtuanya. Wkwkwk.. Akhirnya Akhtar tidak diajak ke masjid beberapa saat setelah kemudian menemukan tempat sholat (mushola) yang menurut...

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Perjalanan Akhtar Bisa Membaca

Kalau menulis tentang Akhtar rasanya flashback 7 tahun lalu. Namanya baru punya anak pertama, segala hal dipersiapkan dan distimulasi sebaik mungkin. Beda dengan anak kedua saya, hehe maaf ya dek. Kalau dengan yang kedua, rasanya mengalir saja. Stimulasinya mengikuti kegiatan kakaknya. Harapannya sih keduanya tumbuh dengan sehat dengan kebaikan yang maksimal.  Perjalanan Akhtar membaca dimulai saat di perut, sering sekali saya membacakan buku cerita anak. Kemudian dilanjutkan 1 bulan setelah dia lahir, bergantian dengan suami membacakan buku untuk Akhtar. Sampai saat ini di usia 7 tahun, Alhamdulillah Allah kasih kemampuan kognitif Akhtar dengan baik. Semoga selain kemampuan kognitifnya, kemampuan emosi, dan spiritualnya juga berkembang baik. Aamiin. Perjalanan Akhtar bisa membaca secara lengkap bisa didownload di sini ya. 😊