Langsung ke konten utama

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Bermain di Bendhung Lepen, Yogyakarta

Tanggal 1 Januari lalu, Bulel dan keluarga mudik ke Yogyakarta. Sebelum mudik, Bulel sempat liat postingan mba Kiti yang ajak keluarganya ke Bendhung Lepen. Melihat postingan tersebut bikin pengen kan, akhirnya tanggal 3 Januari Bulel pun mengajak anak-anak main ke sana.

Fot dulu yuk :)

Bendhung Lepen ini berlokasi yang tidak jauh dari rumah mbahti, tepatnya di belakang terminal Giwangan. Kalau teman-teman bingung, kalian bisa cari lewat google map ya :)

Waktu kami ke sana sempat nyasar, Alhamdulillah dengan bantuan warga lokal akhirnya kami menemukan wisata tersembunyi ini.

Memasuki area Bendhung Lepen, kami dibantu om-om parkir yang baik hati mengarahkan kendaraan kami ke tempat parkir (lokasinya agak turun ya). Sampai lokasi suara air sudah sangat terasa karena di samping lokasi mengalir sungai Gajah Wong.

Sungai Gajah Wong



Ikan banyak sekali

Tempat wisata ini merupakan salah satu tempat wisata edukasi yang murah meriah. Sepanjang sungai penuh dengan ikan yang membuat anak kecil senang. Di Bendhung lepen kita bisa kasi makan ikan dengan membeli pakan seharga dua ribu rupiah saja. Selain itu disediakan area permainan yang gratis dan berbayar (seperti odong-odong).

Jangan khawatir soal perut ya, karena di Bendhung Lepen juga menyediakan jajanan yang cocok untuk semua kalangan. Ada banyak kios disediakan dan angkringan dengan harga yang terjangkau.

Ohiya, di sana kita bisa memancing ikan juga lho, cukup menyewa peralatan pancing dan beli umpan cacingnya seharga lima ribu rupiah saja kalian bisa menikmati suasana memancing. Jika memperoleh ikan tentunya harga beda lagi ya ;) (ikan nila = Rp 30.000/kg)

Kasih makan ikan

Mancing tapi gagal


Rincian pengeluaran :
Makanan ikan = 2 x Rp 2.000 = Rp 4.000
Odong-odong = 3 x Rp 5.000 = Rp 15.000
Jajan 2 bocil = Rp 14.000
Bakso = 2 x Rp 8.000 = Rp 16.000
Mancing ikan = Rp 5.000
Parkir (seikhlasnya) = Rp 5.000

Kesimpulan : cocok untuk nyuapin anak sore-sore, hehe.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengajak Balita ke Masjid

Mendidik anak taat beragama dengan harapan menjadikannya anak sholeh merupakan hal wajib yang dilakukan oleh para orangtua. Oleh karena itu setiap orangtua pasti memulai pendidikan agama , termasuk mengenalkan masjid kepada anaknya sejak usia dini. Berdasarkan pengalaman, Akhtar mulai diajak ke masjid pertama kali saat sholat tarawih. Waktu itu dia belum bisa duduk (sekitar usia 4-5 bulan), jadi ditaruh di dekat Bulel dengan dialasi alas yang hangat. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena banyak anak yang gemes dan "towel" pipi Akhtar. Akhtar yang tak nyaman pun langsung nangis. Cus, Bulel langsung pulang. Hihihi..  Di usia 2 tahun, kami memulai lagi untuk mengajak Akhtar ke masjid. Sampai di masjid dia sangat bahagia, lari-lari dan naik turun tangga. Ketika ada beberapa sesepuh yang menegur Akhtar, yang baper malah orangtuanya. Wkwkwk.. Akhirnya Akhtar tidak diajak ke masjid beberapa saat setelah kemudian menemukan tempat sholat (mushola) yang menurut...

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Perjalanan Akhtar Bisa Membaca

Kalau menulis tentang Akhtar rasanya flashback 7 tahun lalu. Namanya baru punya anak pertama, segala hal dipersiapkan dan distimulasi sebaik mungkin. Beda dengan anak kedua saya, hehe maaf ya dek. Kalau dengan yang kedua, rasanya mengalir saja. Stimulasinya mengikuti kegiatan kakaknya. Harapannya sih keduanya tumbuh dengan sehat dengan kebaikan yang maksimal.  Perjalanan Akhtar membaca dimulai saat di perut, sering sekali saya membacakan buku cerita anak. Kemudian dilanjutkan 1 bulan setelah dia lahir, bergantian dengan suami membacakan buku untuk Akhtar. Sampai saat ini di usia 7 tahun, Alhamdulillah Allah kasih kemampuan kognitif Akhtar dengan baik. Semoga selain kemampuan kognitifnya, kemampuan emosi, dan spiritualnya juga berkembang baik. Aamiin. Perjalanan Akhtar bisa membaca secara lengkap bisa didownload di sini ya. 😊