Langsung ke konten utama

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Nonton Bareng Film Jejak Langkah 2 Ulama

Hari Kamis 27 Februari 2020, Bulel ikut nonton bareng film Jejak Langkah 2 Ulama yang diputar di Gedung Dakwah 'Aisyiyah, Komplek SD Muhammadiyah 1 Comal, Pemalang. Penayangan kali ini terdapat 5 sesi yang dimulai pukul 08.00 hingga pukul 23.00. Nah, Bulel dapat tiket sesi 4 yang dimulai pukul 17.00 sampai pukul 20.30. Mantab kan durasinya, hehe. Durasi asli film ini sekitar 2 jam 45 menit, namun karena nabrak waktu sholat setiap waktu sholat dijeda 15 menit untuk mempersilahkan penonton untuk mendirikan sholat.

Oiya, film Jejak Langkah 2 Ulama ini tidak ditayangkan di bioskop lho. Film ini hanya ditayangkan di daerah-daerah yang sebelumnya sudah mendaftar terlebih dahulu ke penyelenggaranya.
Film Jejak Langkah 2 Ulama ini berkisah tentang perjalanan dua tokoh ulama besar di Indonesia dari kecil hingga meninggal. Beliau adalah KH. Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan. Berdasar film tersebut, keduanya merupakan sosok pencari ilmu yang baik. Berguru dari satu ulama ke ulama lain untuk mempelajari ilmu Islam hinggal beliau berdua dipertemukan oleh satu guru di Makkah al-Mukarromah. Singkat cerita sampai di tanah air keduanya mendakwahkan Islam di tempatnya masing-masing, KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta dan KH Hasyim Asy'ari di Jombang. Tentu perjalanan dakwah beliau berdua tidak mulus, banyak tantangan yang terjadi seperti dirubuhkannya langgar kidul milik KH Ahmad Dahlan dan difitnah serta dihancurkan pondok Tebu Ireng milik KH Hasyim Asy'ari. Namun beliau berdua tidak putus asa, justru semakin bergerak untuk berdakwah hingga akhirnya terbentuk organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang sampai saat ini menjadi dua organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Yang bisa Bulel teladani dari film tersebut adalah kegigihan para ulama dalam menuntut ilmu agama dan mendakwahkannya. Selain itu sikap tunduk dan patuh kepada seorang guru yang ditampilkan beliau berdua sungguh mengena. Beliau berdua sangat menghormati para ulama yang menjadi gurunya. 

Bulel nggak nyesel nonton filmnya, tapi jujur agak capek untuk ibu hamil 9 bulan ini duduk selama hampir 3 jam. Hehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengajak Balita ke Masjid

Mendidik anak taat beragama dengan harapan menjadikannya anak sholeh merupakan hal wajib yang dilakukan oleh para orangtua. Oleh karena itu setiap orangtua pasti memulai pendidikan agama , termasuk mengenalkan masjid kepada anaknya sejak usia dini. Berdasarkan pengalaman, Akhtar mulai diajak ke masjid pertama kali saat sholat tarawih. Waktu itu dia belum bisa duduk (sekitar usia 4-5 bulan), jadi ditaruh di dekat Bulel dengan dialasi alas yang hangat. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena banyak anak yang gemes dan "towel" pipi Akhtar. Akhtar yang tak nyaman pun langsung nangis. Cus, Bulel langsung pulang. Hihihi..  Di usia 2 tahun, kami memulai lagi untuk mengajak Akhtar ke masjid. Sampai di masjid dia sangat bahagia, lari-lari dan naik turun tangga. Ketika ada beberapa sesepuh yang menegur Akhtar, yang baper malah orangtuanya. Wkwkwk.. Akhirnya Akhtar tidak diajak ke masjid beberapa saat setelah kemudian menemukan tempat sholat (mushola) yang menurut...

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Perjalanan Akhtar Bisa Membaca

Kalau menulis tentang Akhtar rasanya flashback 7 tahun lalu. Namanya baru punya anak pertama, segala hal dipersiapkan dan distimulasi sebaik mungkin. Beda dengan anak kedua saya, hehe maaf ya dek. Kalau dengan yang kedua, rasanya mengalir saja. Stimulasinya mengikuti kegiatan kakaknya. Harapannya sih keduanya tumbuh dengan sehat dengan kebaikan yang maksimal.  Perjalanan Akhtar membaca dimulai saat di perut, sering sekali saya membacakan buku cerita anak. Kemudian dilanjutkan 1 bulan setelah dia lahir, bergantian dengan suami membacakan buku untuk Akhtar. Sampai saat ini di usia 7 tahun, Alhamdulillah Allah kasih kemampuan kognitif Akhtar dengan baik. Semoga selain kemampuan kognitifnya, kemampuan emosi, dan spiritualnya juga berkembang baik. Aamiin. Perjalanan Akhtar bisa membaca secara lengkap bisa didownload di sini ya. 😊