Langsung ke konten utama

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Alka Sunat (1)

Alhamdulillah, bertepatan sehari setelah tanggal lahir saya kami menunaikan khitan untuk Alka. Khitan untuk Alka ini sudah direncanakan bulan Januari. Awalnya dipilih bulan Maret supaya bertepatan dengan tanggal lahir Alka, ternyata tanggal tersebut sudah memasuki bulan Ramadhan. Akhirnya kami memutuskan untuk mengkhitankan Alka di bulan kelahiran saya. 

Banyak yang bilang, Alka masih kecil kok dikhitan? Padahal dulu Akhtar juga dikhitan ketika usianya hampir sama dengan Alka, yaitu 4 tahun. Kalau sudah dikhitan sejak kecil, rasanya sebagai orangtua lega karena sudah menunaikan kewajiban setelah aqiqah.

Lalu, gimana caranya membujuk Alka khitan? Kira-kira sekitar 2 bulan yang lalu setiap melewati tempat khitan dekat rumah saya selalu bilang : Ini tempat khitan, adek nanti khitan di situ ya. Atau ketika banyak anak di sekitar tempat khitan saya bilang : Tuh, masnya ada yang mau dikhitan. Besok adek khitan ya. Tanggapan Alka bervariasi. Kadang iya, kadang nggak. Saya pun memakluminya. 

Sebulan sebelum hari H, kami mencari hadiah yang tepat untuk Alka. Selain sebagai apresiasi juga sebagai pendorong supaya Alka semangat untuk dikhitan. Ketemu deh hadiah scooter anak. Sebabnya karena Alka setiap pulang dari masjid pengen main scooter di rumah Mbak Hanin. Hehe.. 

Manfaat khitan dari segi medis adalah :

  1. Mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular
  2. Mencegah terjadinya penyakit pada penis
  3. Mengurangi resiko infeksi saluran kemih
  4. Mengurangi resiko kanker penis
  5. Mengurangi resiko kanker serviks pada pasangan
  6. Membuat kesehatan penis lebih terjaga
Selain dari segi kesehatan, tentunya khitan merupakan syariat yang dituntunkan oleh Rasulullah saw dan Nabi Ibrahim as. Dengan berkhitan juga menghindari adanya najis pada anggota badan saat sholat. Karena tidak sah sholat seseorang jika masih melekat najis di badannya. 

Selamat dek Alka, semoga tambah sholeh dan tambah taat pada Allah & Rasulullah. Barokallah sayang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengajak Balita ke Masjid

Mendidik anak taat beragama dengan harapan menjadikannya anak sholeh merupakan hal wajib yang dilakukan oleh para orangtua. Oleh karena itu setiap orangtua pasti memulai pendidikan agama , termasuk mengenalkan masjid kepada anaknya sejak usia dini. Berdasarkan pengalaman, Akhtar mulai diajak ke masjid pertama kali saat sholat tarawih. Waktu itu dia belum bisa duduk (sekitar usia 4-5 bulan), jadi ditaruh di dekat Bulel dengan dialasi alas yang hangat. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena banyak anak yang gemes dan "towel" pipi Akhtar. Akhtar yang tak nyaman pun langsung nangis. Cus, Bulel langsung pulang. Hihihi..  Di usia 2 tahun, kami memulai lagi untuk mengajak Akhtar ke masjid. Sampai di masjid dia sangat bahagia, lari-lari dan naik turun tangga. Ketika ada beberapa sesepuh yang menegur Akhtar, yang baper malah orangtuanya. Wkwkwk.. Akhirnya Akhtar tidak diajak ke masjid beberapa saat setelah kemudian menemukan tempat sholat (mushola) yang menurut...

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Perjalanan Akhtar Bisa Membaca

Kalau menulis tentang Akhtar rasanya flashback 7 tahun lalu. Namanya baru punya anak pertama, segala hal dipersiapkan dan distimulasi sebaik mungkin. Beda dengan anak kedua saya, hehe maaf ya dek. Kalau dengan yang kedua, rasanya mengalir saja. Stimulasinya mengikuti kegiatan kakaknya. Harapannya sih keduanya tumbuh dengan sehat dengan kebaikan yang maksimal.  Perjalanan Akhtar membaca dimulai saat di perut, sering sekali saya membacakan buku cerita anak. Kemudian dilanjutkan 1 bulan setelah dia lahir, bergantian dengan suami membacakan buku untuk Akhtar. Sampai saat ini di usia 7 tahun, Alhamdulillah Allah kasih kemampuan kognitif Akhtar dengan baik. Semoga selain kemampuan kognitifnya, kemampuan emosi, dan spiritualnya juga berkembang baik. Aamiin. Perjalanan Akhtar bisa membaca secara lengkap bisa didownload di sini ya. 😊