Langsung ke konten utama

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Belajar tentang Persyarikatan di Museum Muhammadiyah

Dok. Miftahuurahma
Muhammadiyah merupakan gerakan da'wah amar ma'ruf nahi munkar yang didirikan oleh KH.Ahmad Dahlan di Yogyakarta 1 abad yang lalu. Banyak sekali cerita perjalanan selama seabad hingga menjadikan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Bahkan, sekarang Muhammadiyah juga banyak muncul di berbagai belahan dunia.

Pada kesempatan mudik kemarin, kami sekeluarga mampir ke Museum Muhammadiyah. Museum Muhammadiyah terletak di kompleks Universitas Ahmad Dahlan Kampus Terpadu di Ringroad Selatan. Dari rumah Mbahti hanya 5 menit saja menggunakan sepeda motor. 

Pada waktu kami ke sana tiket masuk masih gratis. Tapi ternyata per Januari 2024 sudah diberlakukan tiket berbayar. Di bawah ini adalah tabel harga tiket masuk Museum Muhammadiyah.

sumber : instagram.com/museum.mu

Sebelum masuk museum, kita scan barcode terlebih dahulu sebagai tanda bahwa kita sudah reservasi. Selanjutnya tinggal antri menunggu panggilan, biasanya sekitar 10 menit dari rombongan sebelumnya. 

Memasuki ruang pertama kita disuguhi foto Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan poster logo muktamar dari masa ke masa. Selanjutnya masih di lantai 1, tampak globe besar berbentuk cekung dan deretan buku yang pernah diterbitkan oleh Muhammadiyah. Di bagian lain juga terdapat foto pahlawan nasional yang berasal dari Muhammadiyah.

Menuju lantai 2, Akhtar dan Alka terkesima melihat replika kapal yang dinaiki KH Ahmad Dahlan saat pergi berhaji pertama kali. Di sana ditampilkan pula sejarah berdirinya Muhammadiyah serta berbagai gerakannya. 

Muhammadiyah tentunya tak lepas dari organisasi otonomnya. Ada 'Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul 'Aisyiyah, KOKAM, Hizbul Wathon, IPM, dan IMM. Nah, di sana ditampilkan semua ortom Muhammadiyah dan seragam kebanggan mereka. 

Oiya museum ini bukan museum jadul ya. Di beberapa koleksi sudah menggunakan Augmented Reality dan video yang ciamik. Yang belum ke sini, boleh banget lho untuk datang ke Museum Muhammadiyah.

*mohon maaf nggak banyak foto, karena ganti HP jadi fotonya hilang semua :( . 

Ini sekilas videonya yaa : https://www.instagram.com/p/C1ZSmSUv6rs/





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengajak Balita ke Masjid

Mendidik anak taat beragama dengan harapan menjadikannya anak sholeh merupakan hal wajib yang dilakukan oleh para orangtua. Oleh karena itu setiap orangtua pasti memulai pendidikan agama , termasuk mengenalkan masjid kepada anaknya sejak usia dini. Berdasarkan pengalaman, Akhtar mulai diajak ke masjid pertama kali saat sholat tarawih. Waktu itu dia belum bisa duduk (sekitar usia 4-5 bulan), jadi ditaruh di dekat Bulel dengan dialasi alas yang hangat. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena banyak anak yang gemes dan "towel" pipi Akhtar. Akhtar yang tak nyaman pun langsung nangis. Cus, Bulel langsung pulang. Hihihi..  Di usia 2 tahun, kami memulai lagi untuk mengajak Akhtar ke masjid. Sampai di masjid dia sangat bahagia, lari-lari dan naik turun tangga. Ketika ada beberapa sesepuh yang menegur Akhtar, yang baper malah orangtuanya. Wkwkwk.. Akhirnya Akhtar tidak diajak ke masjid beberapa saat setelah kemudian menemukan tempat sholat (mushola) yang menurut...

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Perjalanan Akhtar Bisa Membaca

Kalau menulis tentang Akhtar rasanya flashback 7 tahun lalu. Namanya baru punya anak pertama, segala hal dipersiapkan dan distimulasi sebaik mungkin. Beda dengan anak kedua saya, hehe maaf ya dek. Kalau dengan yang kedua, rasanya mengalir saja. Stimulasinya mengikuti kegiatan kakaknya. Harapannya sih keduanya tumbuh dengan sehat dengan kebaikan yang maksimal.  Perjalanan Akhtar membaca dimulai saat di perut, sering sekali saya membacakan buku cerita anak. Kemudian dilanjutkan 1 bulan setelah dia lahir, bergantian dengan suami membacakan buku untuk Akhtar. Sampai saat ini di usia 7 tahun, Alhamdulillah Allah kasih kemampuan kognitif Akhtar dengan baik. Semoga selain kemampuan kognitifnya, kemampuan emosi, dan spiritualnya juga berkembang baik. Aamiin. Perjalanan Akhtar bisa membaca secara lengkap bisa didownload di sini ya. 😊