Langsung ke konten utama

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Melihat Lumba-Lumba di Safari Beach Jawa Tengah

Hari Minggu kemarin adalah hari istimewa untuk keluarga kami. Alka berulangtahun yang ketiga. Sesuai rencana, Bulel & Pak Aul mengajak anak-anak bertamasya di Safari Beach Jawa Tengah .

Safari Beach Jawa Tengah merupakan salah satu anggota dari Taman Safari Indonesia. Safari Beach Jawa Tengah ini terletak di Batang tepat di area Pantai Sigandu. Yang paling spesial di sini adalah pertunjukan lumba-lumbanya, sehingga tempat ini juga terkenal dengan nama Batang Dolphin Center (BDC).

Foto di depan patung Dolphin

Ini adalah kali kedua Bulel & Akhtar mengunjungi BDC, sebelumnya kami pernah kesini saat piknik yang diselenggarakan KB 'Aisyiyah 01 Purwoharjo Comal. Menurut bulel, saat ini BDC lebih bagus penataannya dibandingkan sebelumnya dan area satwa yang ditampilkan lebih banyak.

Saat memasuki area Pantai Sigandu, kami diberhentikan petugas TPR untuk diminta retribusi Rp 5000,00 per orang. Selanjutnya tarif BDC saat ini adalah Rp 50.000 per orang. Anak usia 2 tahun ke atas dikenakan tarif normal. Yang menarik ada voucher Rp 10.000/tiket untuk ditukarkan di area dalam wisata. 

Masuk di kawasan BDC, kami disambut petugas yang membawa ular, burung kakaktua, dan buntorung. Tentu saja atraksi ini menjadi perhatian Akhtar dan Alka, tapi mereka takut saat diminta memegang binatang tersebut. Area pinggir pantai sekarang tampak berbeda, ditata dengan konsep foodcourt dan dilengkapi kursi meja untuk bersantai sambil menikmati makanan. Di area tersebut ada kita bisa melihat kelinci dan burung merpati. Bisa juga lho sambil memberi makan kelinci.

Ayunan di tepi pantai


Melihat lumba-lumba

Setelah sebentar bermain ayunan di pinggir pantai, kami melanjutkan ke area pertunjukan lumba-lumba. Pertunjukan lumba-lumba yang kami tonton dimulai pukul 10.30. Akhtar dan Alka sangat menikmati pertunjukan lumba-lumba. Mereka ikut bertepuk tangan dan melambai-lambai sesuai arahan pemandu. Usai di pertunjukan lumba-lumba, kami melihat area reptil. Banyak koleksi ular di sana. Saat didekatkan di kaca Alka terlihat takut sambil teriak. 

Lalu, kami pun berjalan menuju pertunjukan satwa lain. Ada burung kakaktua dan anjing pudel yang menunjukkan kebolehannya serta landak & hamster menutup acara. 

Usai pertunjukan satwa, kami bersantai terlebih dahulu sambil menemani pak Aul bertemu kawannya yang juga bekerja di BDC. Setelah selesai ngobrol, kami pun melanjutkan perjalanan menuju pertunjukan burung pemangsa. Ada elang laut dan rangkong yang terbang kesana kemari menunjukkan kegagahannya saat terbang.

Sembari menuju pintu keluar, kami juga melihat satwa-satwa lain. Ada macan tutul, orangutan, beruang madu, gajah, unta, zebra, kasuari, rusa, dan burung onta.


Alhamdulillah perjalanan yang sangat menyenangkan karena melihat anak-anak bahagia. Saatnya makan di warung bakso biar tambah bertenaga dan segar. 😄

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengajak Balita ke Masjid

Mendidik anak taat beragama dengan harapan menjadikannya anak sholeh merupakan hal wajib yang dilakukan oleh para orangtua. Oleh karena itu setiap orangtua pasti memulai pendidikan agama , termasuk mengenalkan masjid kepada anaknya sejak usia dini. Berdasarkan pengalaman, Akhtar mulai diajak ke masjid pertama kali saat sholat tarawih. Waktu itu dia belum bisa duduk (sekitar usia 4-5 bulan), jadi ditaruh di dekat Bulel dengan dialasi alas yang hangat. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena banyak anak yang gemes dan "towel" pipi Akhtar. Akhtar yang tak nyaman pun langsung nangis. Cus, Bulel langsung pulang. Hihihi..  Di usia 2 tahun, kami memulai lagi untuk mengajak Akhtar ke masjid. Sampai di masjid dia sangat bahagia, lari-lari dan naik turun tangga. Ketika ada beberapa sesepuh yang menegur Akhtar, yang baper malah orangtuanya. Wkwkwk.. Akhirnya Akhtar tidak diajak ke masjid beberapa saat setelah kemudian menemukan tempat sholat (mushola) yang menurut...

Membaca Buku ala Akhtar

"Mas, minta tolong bajunya ditaruh di lemari." "Akhtar kan mau liat Al-Qur'an dulu, Buk." "Oiya, nanti habis liat Al-Qur'an ya." "Iya, Akhtar cuma mau liat aja kok. Ini di ceritanya ada ayat Al-Qur'an. Akhtar pengen liat bunyi ayatnya gimana." ------ Akhtar lagi suka banget baca buku kisah para Nabi & sahabat Nabi. Hampir setiap hari dia membaca di waktu pagi, siang, maupun sore. Durasi membacanya pum tidak hanya sekali, tapi bisa berkali kali untuk 1 buku. Kami selalu menyampaikan kepadanya supaya kelak Akhtar seperti Ali bin Tholib yg mencintai ilmu pengetahuan. Biasanya Akhtar kalau sedang suka dengan kisah terntentu, dia akan mencoba memberi tebakan kepada kami, bahkan pada adeknya. Tentu saja kalau kasih tebakan ke adeknya, jawaban adek asal aja. Hehe. Siapa ayah Nabi Nuh? Siapa istri Nabi Ibrahim? Dan lain-lain. Mungkin dengan kasi tebakan, dia bisa lebih mengingat kisah tersebut. Kalau ada kalimat yang dia bingung, Akhtar l...

Perjalanan Akhtar Bisa Membaca

Kalau menulis tentang Akhtar rasanya flashback 7 tahun lalu. Namanya baru punya anak pertama, segala hal dipersiapkan dan distimulasi sebaik mungkin. Beda dengan anak kedua saya, hehe maaf ya dek. Kalau dengan yang kedua, rasanya mengalir saja. Stimulasinya mengikuti kegiatan kakaknya. Harapannya sih keduanya tumbuh dengan sehat dengan kebaikan yang maksimal.  Perjalanan Akhtar membaca dimulai saat di perut, sering sekali saya membacakan buku cerita anak. Kemudian dilanjutkan 1 bulan setelah dia lahir, bergantian dengan suami membacakan buku untuk Akhtar. Sampai saat ini di usia 7 tahun, Alhamdulillah Allah kasih kemampuan kognitif Akhtar dengan baik. Semoga selain kemampuan kognitifnya, kemampuan emosi, dan spiritualnya juga berkembang baik. Aamiin. Perjalanan Akhtar bisa membaca secara lengkap bisa didownload di sini ya. 😊